PLN UIP Sumbagsel untuk Ganti Rugi SUTT, Terkesan Bodohi Warga Sungaipenuh

WARTAJAMBI.COM: SUNGAIPENUH - Terkait komplain 9 warga Desa Sungai Liuk Kecamatan Pesisir Bukit Kota Sungaipenuh Jambi, agar tanah mereka diukur ulang kembali untuk kompensasi pembebasan lahan proyek SUTT Merangin Kerinci dari PT PLN UIP Sumbagsel terjadi kesepakatan untuk kesekian kalinya beberapa waktu berlalu di kantor Polsekta Sungaipenuh. Kesepakatan itu disetujui lansung pihak PLN UIP Sumbagsel dengan  Ketua Tim pembebasan lahan SUTT Jakaria Ritonga,  serta Polres Kerinci, Polsekta Sungaipenuh,  dan 9 warga penerima.  Hasil kesepakatan PLN menyetujui mengukur ulang tanah warga tersebut. 

Beberapa hari kemudian juru ukur dari team surveyor indonesia (SI) telah mengukur tanah milik warga, sebut warga penerima ke INDONESIASATU.CO.ID.  Lucunya, warga melaporkan bahwa mereka disodorkan berkas surat berita acara hasil pengukuran dari (SI) PLN agar ditanda tangani. Namun berkas berita acara tersebut jumlah ukuran luas tanah yang sudah dihitung ulang tidak disebutkan. Kalimat yang paling dicurigai warga dalam surat itu berbunyi,  

"ADAPUN HASIL PENGUKURAN SESUAI DENGAN DATA YANG DIKELUARKAN OLEH TIM SURVEYOR INDONESIA"

Jelas saja para warga menolak hal ini. Mereka merasa terus saja dibodohi pihak PLN. warga sambil ketawa menyampaikan, "Ada apalagi lagi denganPLN, janji demi janji sudah sering diingkari,  sekarang suruh tandatangani , Berita acara,  bunyinya terkesan dugaan penipuan,' sebut warga.

Hasil konfirmasi dengan ketua team pembebasan lahan dari pln uip sumbagsel JAKARIA RITONGA  via whatsapp nya pada 25 maret , tidak memberikan jawaban. 

Beberapa hari kemudian alhasil diduga PLN merespon juga protes warga ini. Berkas berita acara itu telah dirobah, namun ukuran luas tanah mereka yang dihitung ulang tetap saja tidak dicantumkan dalam berkas itu. .

Yang dihilangkan cuma kalimat "ADAPUN HASIL PENGUKURAN SESUAI DENGAN DATA YANG DIKELUARKAN OLEH TIM SURVEYOR indonesia".
kali ini warga merasa terjebak spontan mereka tanda tangani berkas itu.

Tanggal (4/4), warga desa ini Berikan info lagi ke INDONESIASATU.CO.ID, mereka disuruh PLN untuk membuat rekening baru, dana akan segera dibayarkan untuk 9 warga tersebut. Namun warga ini protes lagi, lantaran dana yang akan dicairkan tersebut, jelas jelas diduga akan bermasalah lagi.  Karena jumlah luas tanah mereka yang sudah diukur ulang oleh PLN tidak jelas. 

Ada apa dengan pln uip sumbagsel, perjanjian ulang sering terjadi. Skenario apalagi yang dibuat. Anehnya setiap surat pernyataan yang disodorkan kewarga penerima,  selalu saja lewat mediator. Ini suatu bukti dugaan adanya upaya skenario lagi dibuat oknum untuk cari keuntungan. 

"Ini bukti,  nanti kami juga disalahkan. Kami merasa terintimidasi dengan alasan, negara demi kepentingan umum", sebut warga kesal. Mereka memohon ke INDONESIASATU.CO.ID, para wartawan dan LSM Kerinci tolong laporkan hal ini kepenegak hukum lebih tinggi, pinta mereka. Jhontech/doni
 

Berita Terkait

Berita Terbaru

Index Berita