Diduga Papan Merek Proyek Berlogo Kejaksaan Untuk Takut-takuti Masyarakat dan Pers

INDONESIASATU.CO.ID:

Kerinci , Papan nama proyek yang berlogo kejaksaan dan kementrian Pekerjaan umum, mulai firal dikalangan Pengusaha kostruksi, kerinci, yang dinilai dapat menjadi, sebuah jurus ampuh untuk menghindar dan menakut-nakuti para pengamat Pembangunan, masyarakat, Lsm dan media. Sehingga mereka Para oknum Kontraktor nakal lebih leluasa melaksanakan pekerjaannya Yang diduga asal Jadi.
 

Keberadaan Tim TP4D, yang digaung - gaungkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Kerinci, yang diharapkan  dapat mengawasi jalannya Angaran Pembiyaan Belanja Daerah (APBD) akan tetapi pada kenyataanya masih banyak dinas yang bermasalah  secara khusus yang bergerak dalam bidang pembangunan.
 

Sebagai mana yang dituturkan oleh salah satu rekananan, saat dihubungi media ini, melalui ponselnya, 17/10. Yang  berinisial CPR. Awalnya kami hanya membuat papan nama proyek saja dan saya tidak pernah memasang papan nama proyek dengan logo kejaksaan dan PU. Akan tetapi semua merek itu dicetak oleh percetakan yang ada di siulak. Dan ini dipasang oleh direktur perusahaan yang kami pakai / sewa. Yang katanya  arah pengawas. 
 

Menyingkapi ada pememasangan papan nama proyek yang memuat logo lembaga Hukum Republik Indonesia, dikecam keras oleh kalangan LSM dan tokoh masyarakat, Merekapun, langsung angkat bicara "setahu kami dalam pengawasan pembangunan daerah memang pemerintah melibat tim TP4D, dari pihak kejaksaan akan tetapi kok, hanya Pekerjaan ini saja, yang cuma diproyek Ratusan Juta Rupiah, Sementara Proyek Puluhan Miliyar tidak pernah ada yang terbukti Papan Nama Proyek yang memasang logo kejaksaan tandasnya, 

Ditambahkanya sudah selayaknya untuk bapak kejaksaan agung RI, beserta jajaran untuk mengkaji ulang tentang keterlibatan tim TP4D disetiap Daerah, sementara konstruksi yang terlaksana khususnya dibumi Sakti Alam Kerinci tetap saja kualitas rendah kualitas dan kualitasnya  (Doniantonius). 

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita